MPC – Mimika. Program QRIS Charity untuk tempat ibadah resmi diluncurkan dalam Rapat Kerja (Raker) IV Klasis GKI Mimika. Peluncuran ini menjadi langkah bersama gereja dalam merespons perkembangan teknologi sekaligus memperkuat pelayanan persembahan dan diakonia di tengah jemaat.

Raker IV Klasis GKI Mimika diikuti oleh perwakilan dari 38 jemaat se-Klasis GKI Mimika. Selain menjadi ajang persekutuan dan musyawarah pelayanan, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua. Kehadiran pimpinan sinode tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya Klasis GKI Mimika dalam mengembangkan pelayanan gereja, khususnya melalui penerapan sistem persembahan non-tunai.
Peluncuran QRIS Charity ditandai dengan penyerahan simbolis kepada Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th, yang berlangsung di hadapan peserta sidang klasis. Momen ini menandai dimulainya penggunaan QRIS sebagai sarana persembahan dan derma di gereja-gereja dalam lingkup Klasis GKI Mimika.
Melalui QRIS Charity, warga jemaat kini dapat memberikan persembahan dengan cara yang lebih praktis dan aman. Persembahan dilakukan dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi dompet digital, sehingga setiap transaksi tercatat dengan baik dan dapat dikelola secara transparan.
Dalam rangka mendukung penerapan program tersebut, Klasis GKI Mimika juga melaksanakan take-in Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar kerja sama penggunaan QRIS Charity. Penandatanganan MoU ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk mengelola dana gereja secara tertib, bertanggung jawab, dan berkelanjutan guna mendukung pelayanan jemaat.
Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, mengapresiasi inisiatif Klasis GKI Mimika. Ia menyampaikan bahwa penggunaan QRIS Charity merupakan langkah maju gereja dalam menyesuaikan pelayanan dengan perkembangan zaman, tanpa mengesampingkan nilai iman, kebersamaan, dan kepercayaan jemaat.
Melalui peluncuran QRIS Charity ini, Klasis GKI Mimika menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi digital dalam pelayanan gereja, sekaligus mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan pemerintah. (res)






